jump to navigation

MELAHIRKAN NORMAL ANAK KE DUA J, Juni , 2016

Posted by mirya18061985 in Uncategorized.
trackback

Setelah Kuret

Sebelumnya memang saya pernah kuret di kehamilan saya yang kedua. Tepat nya di bulan Mei 2016, saya harus menjalani operasi kuret disebabkan karena janin tidak berkembang. (posting saya sebelumnya mengenai operasi kuret). Sempat saya pesimis untuk mendapatkan kehamilan kembali, tapi saya harus bersabar, karena dari dokter mengatakan, saya boleh hamil kembali setelah mens 2x.

Setelah Mens yang kedua kami mencoba kembali untuk mendapatkan anak kedua. Tepat nya di bulan ketiga setelah kuret, yaitu bulan agustus 2016, saya coba iseng test pack, dan Puji Tuhan hasilnya positif, dua garis. Untuk kehamilan kali ini saya biasa saja, saya tidak mau terlalu hepi, takut kecewa dan patah hati seperti kehamilan saya yang kedua. Dan akhirnya saya jalani kehamilan kali ini dengan biasa saja, saya pasrahkan kepada Sang Penyelenggara hidup.

Bulan 1 – 9, Mematahkan mitos tentang kehamilan di masyarakat

Kehamilan kali ini saya juga merasa biasa saja, karena saya sudah punya pengalaman di kehamilan sebelumnya. Bulan berganti bulan, semua mitos yang orang bilang, tindakan, perkataan, cara makan, dll saya masih jalani menurut apa yang saya percaya. Apabila mitos itu tidak logis sebaiknya tidak usah terlalu percaya. Seperti di postingan saya sebelumnya mengenai mematahkan mitos seputar kehamilan, saya masih meneruskan apa yang saya percayai.

  • Makan untuk porsi berdua?

Kebetulan kehamilan 1, 2 dan 3 saya diberikan kemudahan. Saya tidak mengalami mual dan muntah atau pusing berlebihan, masih bisa makan, walaupun di Trisemester I saya makan nya pilih pilih. Saya waktu itu tidak makan nasi, sebagai gantinya, saya makan mie disertai lauk pauk. Berat badan saya turun 3 kilo di bulan bulan itu. Saya juga benci sekali dengan soto. Haha.

Seperti dipostingan saya sebelumnya, saya tidak percaya dengan yang namanya ngidam. Jadi saya gak ada acara ngidam dsb.

Untuk yang namanya makan, orang Indonesia selalu bilang makan untuk 2 porsi karena di dalam janin kita ada 1 nyawa yang harus dipelihara. Itu tidak berlaku bagi saya. Bukannya saya takut gemuk dsb, di kehamilan ini, saya makan seperti biasa saya makan sehari hari. Porsi makan saya sedikit, nasi nya pun sangat sedikit, hanya saja sarat gizi dan saya beri tambahan susu Ibu Hamil, asam folat Folamil, dan obat penambah darah yang dianjurkan.

Saya pernah sekali tempo makan dengan jumlah yang sangat banyak, akibatnya saya harus BAB berkali kali, dirumah ataupun di tempat kerja.

Opini masyarakat: makannya harus banyak, soalnya hamilnya kecil, nanti anaknya kecil, berat badan rendah (kenaikan berat badan masih naik normal 11-12 kg). Susah mengurus nya. Mereka melihat dari ukuran perut saya yang kecil saat hamil, bahkan baru kelihatan hamil di bulan ke 6.

Realita: hamil I & III semua orang punya opini masyarakat yang sama, kenyataannya anak I lahir dgn BB 3,4Kg ; anak ke II lahir dgn BB 3,5Kg.

  • Junk Food

Intinya semua makanan itu baik ada nya apabila dimakan secara bijak, maksudnya tidak terlalu banyak. Karena segala sesuatu yang terlalu banyak itu tidak baik. Yang saya maksudkan disini adalah makan mie instant dan makanan cepat saji. Boleh dong sekali kali menikmatinya, menurut saya tidak ada larangan selama itu tidak kebanyakan. Seminggu 1x masih bisa ditoleransi untuk kedua makanan tersebut. Memang makanan itu tidak baik dari segi manapun , tapi menurut saya bukan berarti dihindari sama sekali. Manusia tidak ada yang sempurna.

Tapi tetap perhatikan makanan yaa selama kehamilan. Kalau bisa dikurangi makanan yang tidak baik. Yang saya hindari biasanya adalah: sate, steak, alkohol, durian, tape, soda, nanas. Karena makanan makanan tersebut sudah terbukti secara medis dan masuk akal tidak baik untuk ibu hamil

  • Mitos tradisional lainya (lanjutan postingan saya sebelumnya mengenai Mitos Seputar Kehamilan)

Biasanya orang orang kuno/tradisional/ tetua punya opini mereka sendiri atau secara turun temurun mengenai kehamilan. Dilarang ini dilarang itu.

Tidak boleh mengikat sesuatu

Gak masuk akal, kalo bumil tidak diperbolehkan melakukan kegiatan ikat mengikat pake tali, rafia atau karet katanya ari ari anaknya bisa melilit. Hmm..apa yang terjadi kalo saya gak boleh melakukan kegiatan ikat mengikat?saya kan ibu rumah tangga, jadi harus mengikat ini dan itu. Saya gak percaya dengan mitos yang gak masuk akal seperti itu.

Realita: anak saya tidak kalung usus dan tidak ada masalah dengan ari ari nya. Tidak ada yang melilit dan sebagainya

 

Melewati HPL 19 Mei 2016

Akhirnya bulan Mei 2016, bulan yang kami tunggu tunggu, bulan kelahiran si kecil. HPL nya dihitung sampai dengan tanggal 19 mei 2016, sampai dgn tanggal itu saya hanya merasakan kontraksi kontraksi palsu. Itu terjadi setiap malam menuju tengah malam. Kontraksi tersebut berlangsung 5 menit sekali dan lumayan kuat. Saya pernah tertipu sampai saya periksa ke bidan terdekat, katanya belum ada pembukaan.

Sampai berkali kali malam, apabila ada kontraksi saya selalu mengabaikannya, karena saya selalu kira kontraksi palsu. Karena setiap tengah malam, kontraksi itu selalu muncul tapi setelah saya tidur, saya tidak mendapati kontraksi yang sama di pagi hari.

Banyak cara untuk merangsang kontraksi atas anjuran artikel artikel mengenai kehamilan dan anjuran bidan, berikut saya bahas pengalaman saya mengenai merangsang kontraksi kehamilan:

  • Jalan setiap hari

Katanya untuk mempercepat kelahiran dan merangsang kontraksi, saya harus berjalan kaki dengan tempo sedang tiap pagi. Hellowww…saya kalo pergi ke tempat kerja menggunakan transportasi umum, yaitu BRT. Setidaknya 10 menit pulang pergi saya jalan kaki tiap hari.

  • Hubungan suami-istri

Bidan bilang sih untuk merangsang kontraksi salah satunya dengan melakukan hubungan suami istri. Seminggu sebelum anak saya lahir, saya melakukan hubungan suami istri, katanya sperma suami bisa merangsang kontraksi tsb. Memang ada reaksi setelah itu, tapi setelah di selingi tidur malam, semua nya hilang.

Opini Dokter

Hari Senin 23 Mei 2016, bidan andalan saya bilang karena sudah melewati HPL,( tapi posisi waktu itu ada pembukaan 1 tebal dan ada flek), lebih baik periksa ke dokter spesialis saja supaya sama sama manteb. Tapi menurut bidan saya, kalo beliau menunggu 2 minggu setelah melewati HPL itu bukan masalah besar. 2 minggu loh nunggu nya, tapi beliau menganjurkan ke dokter spesialis dulu.

Hampir tengah malam saya bela bela in ke dokter langganan saya waktu itu Dokter Sapto di Ungaran (Dokter kehamilan I), tapi beliau sedang pelesir ke lombok sudah 3 hari ini, okee mari cari dokter lainnya. Nha, saya pernah USG 3 dimensi di salah satu dokter di RSB Mardi Rahayu Ungaran, tapi beliau ternyata sedang ada tindakan pasien, jadi tidak ada di tempat, Okelah….2 dokter tidak di tempat. Akhirnya aku ke RSB Kusuma Ungaran ke dokter Heri. Belum pernah ada pengalaman dengan dokter ini, deg deg an juga. Ternyata beliau masih praktek juga nih sampai tengah malam.

USG, penuh harap cemas. Katanya, prediksi bayi saya beratny 4 kg!!!tali usus belum banyak pengapuran, detak jantung bayi masih normal. Ketuban katanya tinggal sedikit (waktu itu USG 2D), ketuban sedikit itu dilihat dari warna gelap di sekitar janin. (menurut saya memang keliatan lebih sedikit karena bayinya sudah semakin besar, gitu aja), tapi karena sudah terlanjur panik, galau, bingung gak lahir lahir, jadi semua omongan saya masukkan ke hati dan gak saya saring terlebih dulu, sepertinya saya sudah kehilangan akal sehat.

Sesi konsultasi: dokter itu memang hobi nakut nakutin. Sumpah. Katanya dia tidak menjamin apabila terjadi apa apa karena bayi ini semakin besar dan tumbuh nya di dalam, ketuban berkurang,, tidak ada udara dsb, yang bisa menyebabkan….****. Whoaaa!!!kenapa omongan dokter itu jelek sekali. Dia menganjurkan induksi untuk mempercepat kelahiran, dia bilang induksi itu butuh 10 jam tapi sakitnya melebihi kontraksi yang sebenarnya. Dan apabila diinduksi tidak ada perubahan harus di SC alias cesar!! Gelap deh pandangan ku….

Sampai rumah saya berdoa tanpa henti, mohon kesabaran dan kekuatan, suami saya pun demikian. Mohon kejaiban.

Entah ada kekuatan dari mana, si jabang bayi bergejolak pagi hari buta itu Selasa 24 Mei 2016. Tuhan selalu tepat waktu menjawab doa setiap orang yang meminta kepada-Nya. Saya gak mau kehilangan moment kontraksi lagi. Mungkin itu kontraksi palsu yang terjadi tiap tengah malam. Langsung saya siapkan tas menginap, saya ke Semarang menuju ke bidan andalan saya. Di cek oleh asisten bidan, kontrakasi 4-5 menit pembukaan 2 tebal.

Selasa 24 Mei 2016, 03.00

Saya masih bisa merasakan kontraksi, dan saya berusaha untuk tidak tidur, saya gak mau kehilangan kontraksi itu lagi. Tapi apa mau dikata, saya malah ketiduran sampai jam 5.30 pagi saya bangun dan tidak mendapati kontraksi itu lagi. Saya sedih…..

Saya buat jalan jalan pagi di sekitar komplek bidan saya. Sambil membeli bakpao, melihat pasar tiban disana, apa yang dijual disana. Agak rileks dan bugar badan saya. Perut bawah saya agak terasa berat tapi saya tidak menemui kontraksi yang berarti lagi seperti td malam. Sambil duduk2 di taman, saya rileks kan pikiran saya. Lalu saya mandi, dan tidur sebentar sampai jam 8.30 pagi.

Bantuan Bidan

Belum ada progress lagi sampai dengan jam 10.30. hanya ada kontraksi yang tidak meyakinkan setiap 7 menit. Hmpf…I didnt know what to do. jam 11.30 bu bidan panggil saya untuk melihat pembukaan. Katanya pembukaan 2 longgar, tapi sdh ada lendir. Dan setelah saya ke kamar mandi, ternyata air ketuban rembes (ternyata sengaja dipecah oleh bidannya). Dan saya disuruh untuk tidak banyak jalan. Tiduran saja. Lalu jam 12.30 kontraksi mulai terasa seperti yang kuharapkan seperti waktu melahirkan pertama dulu. Sakit banget, lama lama makin sakit dan intens. Tapi saya menjalani dengan senyum karena ini dia yang kutunggu tunggu. Trus saya disuruh asisten bidan untuk ke ruang persalinan. Dicek sudah bukaan 3 ke 4. Dan suami saya sudah disamping saya. Lama kelamaan kontraksi semakin menjadi jadi . saat itu jam 13.00. saya pasrahkan saja, mau rasa sakit seperti apa, saya pernah merasakan ini sebelumnya. Tapi ini sdh kelewat sakit, trus rasanya ada yang mau meluncur keluar dari bawah. Saya teriak teriak, kan katanya gak boleh ngeden, tapi ada yang bikin ngeden. Di cek kembali ternyata sudah bukaan 10 (hanya selang 25 menit ari bukaan 3). Cepet banget langsung disuruh ngeden. Beberapa kal ngeden, si bayi langsung meluncur degan bebas. Yeheee……Puji Tuhan…dia akhirnya lahir juga.

Langsung saja saya gendong dia untuk IMD di atas dada. Wajahnya gendut mirip kakaknya yang dulu, tembem, alisnnya beda, yang ini gak setengah lingkaran. Hmm…lega rasanya..hepi…segalanya.

Setelah Persalinan

Pada proses kali ini, setelah persalinan saya merasakan kontraksi pengerutan rahim yang amat sakit. kaki terasa kaku, kontraksi 30 detik tapi rasanya mirip kontraksi bukaan 3 ke 4. Kontraksi ini bertujuan untuk mengembalikan rahim menjadi seperti semula, sebesar telur ayam. Sakit itu berlangsung selama 5 hari.

 

Pada intinya, persalinanku kali ini terjadi kepanikan karena kelahiran bayi nya sudah melewati HPL.

Menurut saya, apabila melewati HPL kita harus bersabar, jangan panik, Tuhan sudah mengatur, Dia yang penyelenggara kehidupan. Kita tidak bisa menyetop atau mempercepat.

Biarkan orang lain terus beranya tanya, ‘kapan lahirnya?’ dijawab saja “Hanya Tuhan yang tau”. Jangan biarkan obrolan orang lain menjadi kepanikan kita sendiri yang nantinya berujung pada setres.

Saya yakin, Apabila Tuhan belum mengijinkan anak saya lahir di hari yang kita tentukan (lahir normal bukan cesar), dia tidak akan lahir. Karena kelahiran dan kematian Tuhan yang mengatur, berpasrah saja.

 

 

 

 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: