jump to navigation

Operasi Kuret J, Mei , 2015

Posted by mirya18061985 in Uncategorized.
Tags: ,
trackback

20 April 2015

Pagi hari yang dimulai dengan kegembiraan, dimana saya mendapati 2 strip garis untuk hasil test pack saya, itu tandanya saya sedang isi alias hamil anak ke dua. Sore hari nya saya langsung kontrol di RS Swasta di Semarang H*rm*n*. Dan dokter disana bilang memang saya positif hamil, di cek USG, sdh ada kantong rahim berusia 6 minggu, dan calon ari ari. Good news, saya memang sudah menunggu moment ini selama setahun, baru dikasi sekarang, Puji Tuhan. 1 bulan kemudian….

21 Mei 2015

Pagi hari itu sebulan kemudian, saya mendapati flek darah tapi hanya sedikit saja. I was shocked. Dan malam harinya saya sempatkan untuk ke Obsgyn, kan memang seharusnnya jatah kontrol USG. Menurut hitungan saya, usia kandungan hampir 12 minggu. Sewaktu antri cek kandungan sampai jam setengah sebelas malam, saya mendapati kabar buruk, janin saya divonis tidak berkembang. Kantong rahimku kosong. Ada bakal janin kecil sekali tapi tidak berkembang, seharusnya diusia segitu, sudah ada detak jantung dan lengkap dengan tangan dan kaki jabang bayi. Tapi kami tidak mendapati apa apa malam itu seperti apa yang kami harapkan.

22 Mei 2015

Rasa nya tidak percaya, mencari second opinion, ke bidan kepercayaan ku, yang menangani Vella anak pertamaku lahiran, hasilnya sama, Blighted Ovum, kandungan kosong, tidak ada tanda tanda kehidupan. Bidan tersebut menganjurkan untuk dibawa ke dokter saja karena beliau tidak berani meng eksekusi utk kuret atau lain sebagainya. I feel depressed, shock, sedih, it was like the end of the world, but I have to make up my mind, life must go on. Paling susah mengatakan hal ini sama si vella yang sudah terlanjur seneng mau dapet adek. Saya bilang ke dia kalo adek nya mau diambil Tuhan Yesus, dia marah dan nangis, ‘maunya adikku diperut, jangan diambil!!’ ahh saya jadi ikutan nangis, memang paling susah kalo denger anakku yang masih 3 tahun ngomong dengan polosnya, dan meng ekspresikan secara langsung seperti itu. Third opinion, saya bawa lagi ke rumah sakit lain keesokan harinya

23 Mei 2015

BPJS I

Karena kami sdh tidak memiliki fasilitas asuransi dari kantor sebelumnya, kami ber inisiatif menggunakan BPJS kami, secara suami baru saja bulan itu pindah kerja di perusahaan lainnya. Pertama kalinya kami menggunakan kartu Asuransi dari pemerintah itu, kami butuh banyak info waktu itu. Begitu kami tau butuh rujukan di Puskesmas yang ditunjuk atau faskes yang terdapat di kartu, kami pagi pagi langsung minta rujukan ke Puskesmas untuk Curettage atau tindakan kuret dikarenakan Bliighted Ovum. Setelah mendapat rujukan, kita langsung terbang ke RSUD yang ditunjuk.

RSUD

Yaitu salah satu RSU di daerah Ketileng Semarang, kami memilih disana karena tidak ada pilhan lain. Hehe alasan yang aneh ya. Antrenya panjang sekali karena memang kebanyakan orang disana meggunakan kartu sakti pemerintah itu. Ya harus sabar, karna kita Cuma orang biasa bukan presiden. 2 jam berlalu akhirnya saya sdh ketemu dgn dokter Obsgyn yang bertugas di sana. Third opinon, dokter tersebut mengatakan hal yang sama, dimana janinku tidak berkembang, tapi dokter tersebut mengatakan untuk menunggu 1 mggu dan kembali lagi ke sana. Hmm…tanpa berpikir panjang lagi, dan memang 2 opini dokter lainnya mengatakan hal yang sama, ada baiknya apabila langsung dieksekusi. Dikuret hari itu juga, karena tidak mungkin saya undur lagi daripada menjadi hal yang tidak baik. Sekarang saatnya mencari solusi dan melanjukan hidup. Tidak mungin terus terus an tenggelam pada suatu hal yang memang sudah di gariskan seperti itu. Sakit memang rasanya harus menerima kenyataan, tapi itu adalah kenyataannya.

Dokter tersebut bilang kalo sudah mantab untuk kuret, tindakan bisa dilakukan hari itu juga jam 2 siang.

Menunggu 2 jam itu lama sekali, karena saya sudah memantabkan pilihan untuk tindakan kuret, ya saya harus meneguhkan hati. Suster suster yang menangani operasi suda wara wiri cek ini itu. Tepat setengah jam sebelum operasi, saya langsung di suruh pakai baju operasi.. lalu suster tersebut memasukkan obat lewat jalan rahim, tujuannya obat itu untuk membuka jalan lahir, mungkin semacam induksi supaya nanti nya sewaktu dikuret bisa membuka jalan lahir dan bisa dibersihkan secara maksimal. Jam 2 siang kurang 15 menit, saya di geledek menuju ruang operasi, disana ada suami dan anakku yang centil si Vella ikut nunggu mamanya di luar ruang operasi. Papanya bilang, adek mau diambil Tuhan Yesus habis ini’, air mata ku mengalir lagi mendegar itu saat terakhir kali sebelum pintu ruangan operasi ditutup. Disana saya berdoa pada Bnunda Maria mohon pendampingan supaya operasi berjalan dengan lancar. Saya disuruh pake topi operasi warna hijau, dan saya mendapati anak anak muda yang adalah surgeon, dengan pakaian hijau, masker mulut hijau serta topi operasi warna hijau. Saya tidak bisa lihat wajahnya, tapi kalau dilihat dari mata mereka, mereka masih muda. Mereka yang disana bersuara keras dan berceloteh mengenai hal hal lucu khas anak muda, mungkin ruangan di beri atmosfer candaan anak muda, supaya tidak terasa tegang. Saya masuki becandaan mereka, dan mereka juga senang sepertinya saya berekasi. Lalu, salah satu dari mereka menyuntikan sesuatu di infus saya. Mungkin itu anestesi, tapi whateverlah, saya sudah pasti dioperasi, jadi ya pasrah aja. Lalu ada senior atau supervisor disitu, wanita yang lebih tua dari anak anak muda itu, wanita itu marah marah bilang ‘cepet!!’ anak anak muda itu menimpali dengan guyonan. Hmm…dan katanya, saya pasien kuret ke 7 hari itu, banyak juga. Mereka juga sempat kaget, kuret lagi??saya juga gak percaya kalo yang kuret banyak sekali hari itu. Akhirnya saya masuk ke ruang operasi, the real ruang operasi. Dimana saya melihat 4 lampu ala operasi diatas kepala saya. Mereka mulai mengarahkan ke atas badan saya. Lalu saya di tempelin dengan alat pendeteksi jantung dsb. Hmm, kapan saya tidurnya?kok gak terbius sih, ayo merem donk. Tenyata saya disuruh duduk, dan di belakang saya, wanita yang tadi marah marah menyuntikkan sesuatu di tulang belakang saya, kaget dink, trus saya merasakan ada sesuatu yang mengalir sampai ke kaki, tiba tiba kaki jadi kesemutan dan mati rasa. Lalu saya disuruh berbaring lagi. Saya melihat besi setengah kotak yang digunakan untuk menutupi sewaktu orang operasi caesar, hehe saya pernah lihat d tv. Dan tiba tiba saya tidak sadar.

Tidak lama kemudian saya bangun dari tidur, tapi posisi masih diruang operasi. Okeee ditutupin sih, dan gak kerasa apa apa karena di mati rasa, lampu operasi yang terbuat dari stainless steel memantulkan gambar, ya terpantul gambar operasi ku sendiri, saya melihat 3 atau 4 orang mengambil sesuatu di jalan rahim saya, kayaknya saya masih setengah sadar, tapi saya masih ingat benar keadaan mengerikan itu. Tiba tiba anak muda itu bilang sudah selesai, saya gak percaya, dan bilang kok sudah selesai? Beneran? Masa? Cepet banget?cuma 5 menit. Mereka masih saja tetap bercanda sambil menggeladakku keluar ruang operasi. Suara yang paling tidak asing di belakangku, adalah suara vella si cerewet, dan saya langsung panggil nama vella setengah berteriak ‘VELLA’ dia kaget dan lihat ke arah saya, saya cuma tersenyum sambil melambaikan tangan ke arahnya.

12jam katanya menunggu setelah operasi, baru boleh duduk apalagi berdiri. Ya sudah saya bergumul dgn darah, untungnya tidak terlalu banyak. Dan benar saja, malam itu saya tidak bisa tidur karena pengen mandi, gak enak badannya kotor apalagi ada darahnya. Lalu saya merem melek sambil menuggu jam 3 pagi supaya saya bisa duduk. Yang namanya pipis saja harus pake pispot, hehe ya jelaslah tidak biasaa, mana bisa keluar pipis sambil tiduran, kayak orang ngompol. Ya wis lah saya tunggu sekalian sampe jam 3 pagi, sampai kandung kemih penuh banget.

Saat itu saya dapat ruang kelas 1, di ruangan itu ada 1 orang lagi, ruangan hanya disekat dengan tabir. Tapi gak adil, karena ac nya di atas pasien satunya lagi, dan kursi panjang untuk tidur juga ada di sisi sebelah sana. Suami ku malam itu tidur beralaskan koran saja dan bawa bantal sendiri dari rumah. Ya sudahlah, tujuan disana kan bukan menginap tapi kuret hehe. Disabar sabar in saja. Disebelah saya itu kalo gak salah namanya iin, dia ibu muda yang baru saja melahirkan 1 anak kemarin. Jenis kelamin anaknya laki laki, anaknya anteng gak suka nagis, dia sepertinya sedang khawatir karena anaknya gak mau mimik asi.hehe.

Tik tok tik tok akhirnya jam 3 pagi, saya coba duduk pelan pelan, nothing was happened, dan saya pelan pelan turun dari ranjang, biasa aja tuh gak ada rasa sakit apa apa. Kondisi saya sewaktu itu compang camping, masih pake kostum operasi berdarah2, saya dengan cepat ambil tas, ganti baju, dan mau mandi. Trus berkemih, biasa aja tuh, tidak sakit trus saya bersih kan diri dari darah, ganti baju dan pake pembalut. Tapi gak jadi mandi, takut sakit dan masuk angin kan masih jam 3 pagi.

Trus saya jalan di lorong cari suster, minta ranjang saya dibersihkan supaya saya bisa tidur woah sudah bersih dan bener saja saya langsung bobok merem sampe jam 6 pagi. Bangun tidur, saya langung mandi trus makan. Tapi agak sedikit pusing, mungkin karena kurang tidur. Saya tunggu kedatangan dokter, kan katanya saya sudah boleh pulang hari itu. Dokter jaga disitu berkunjung pag hari, dan bilang saya sudah boleh pulang. Nha leganya, saya sudah bisa melewati operasi dengan lancar, dan saya juga masih diberi kesehatan. Saat nya mengurus administrasi

BPJS II

Saat itu kami langsung minta keterangan pulang dari dokter pada hari minggu. Dan saat suami mengurus BPJS, ternyata petugas bilang kalo sebaiknya pulangnya besok senin saja karena tidak ada petugas BPJS yang bertugas hari minggu. Huft, saya sdh bosan disana, dan ingin pulang. Penyembuhan akan lebih cepat kalo saya ada di rumah. Dan akhirnya, kami memutuskan untuk pulang hari minggu dan bayar biaya rumah sakit sendiri. Biaya nya murah karena tindakan operasi kecil habisnya hanya 2 jutaan.

24 Mei 2015

Tidak ada sakit di bagian jalan lahir , perutpun gak sakit. tapi saya masih merasakan sakit di kepala yang teramat sangat apalagi bagian leher. Huft, gak tahan kalo duduk, harus tiduran mulu. Setelah saya cek tensi di apotek terdekat, tensi saya turun 108/68. Wow, kepala ini kok masih sakit saja. Apakah efek adari tensi rendah/hipotensi? Saya langsung search googling gimana caranya supaya menaikkan tekanan darah. Makan ampela ati ayam dan kacang ijo salah satunya, hehe. Mungkin ini akibat salah tidur an kurang istirahat. Aha!! Benar saja, saya langsung pergi ke tukang pijet langganan, dipijat dan dikerok bagian leher. Aseli merah merah dan memang dugaan saya ternyata benar.

Rabu, 27 mei 2015

Saya nekad saja masuk kerja, hampir gak kuat, karena masih ada efek sakit leher. Yah sambil tidur2an saja dikantor, huhu. Dan pada malam harinya ternyata semakin membaik kondisi saya. Dan ini terus berlanjut keesokan harinya. Besoknya saya sudah bukan lagi jadi manusia yang sakit sakitan. Hehe…saya sudah sembuh secara fisik dan mental.

Tinggal menyelesaikan masa nifas yang katanya 2 minggu, tapi di hari 3 sdh hampir tidak ada darah, sangat cepat. Dan baru boleh berhubungan suami istri setelah mens 1. Setelah itu, kami diperbolehkan dan diberi kesempatan untuk hamil lagi setelah 3 bulan kemudian. J

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: