jump to navigation

Disaat Tidak Bisa Memilih J, Desember , 2014

Posted by mirya18061985 in Uncategorized.
trackback

Mungkin banyak yang punya cerita di hidupnya. Banyak cobaan yang datang silih berganti. Tapi kali ini aku harus menuliskan cerita ini disaat aku terdesak oleh keadaan. Ceritanya, banyak rencana di bulan desember dari acara natalan dan acara lainnya bersama keluarga. Pada waktu itu, suamiku sudah di aba aba untuk operasi sinus, yah memang tidak ada pilihan lain selain operasi karena imbas penyakit itu membuat suamiku tidak tahan, dia sering mengeluh pusing, mengeluh sakit disana dan disitu. Sebenarnya kami bingung memilih hari yang pas untuk operasi, bukannya cocok , gak bagus atau tidaknya tanggal dan hari menurut penanggalan jawa, tapi kami mencari hari dimana aku sudah agak bebas dgn pekerjaan kantor misalnya hari jumat sabtu atau minggu jadi aku bisa nemeni dia di rumah sakit. Tapi karena tidak tahannya pusing, suamiku segera menghubungi rumah sakit dan menunggu kamar kosong sesuai dengan permintaan suamiku. Memang kami memiliki asuransi dari kantor yang meng-cover biaya rumah sakit. dan hari yang ditunggu telah tiba, rumah sakit menghubungi dan menginformasikan bahwa sudah ada kamar kosong di hari selasa di minggu ke 2 bulan desember. Hmm…sebenarnya aku agak berpikir karena seandainya hari itu operasi, aku masih berkutat dgn pekerjaan kantorku. Yahh..tapi apa boleh buat daripada dioperasi sewaktu hari natal dan pertimbangan lainnya penyakitnya yang semakin tidak bisa di tahan. Padahal di munggu itu, tepatnya di hari jumat, suamiku ada acara natalan kantor, di hari jumat juga aku ada acara natalan kantor di kota kudus, ditambah lagi, ada acara natalan di sekolah vella. Okee, setelah masuk ke kamar yang diminta, waktu itu kami request kamar 1+ di hari selasa, ternyata dokter bilang operasinya hari rabu jam 8 malam, jadi aku bisa nemenin dia setelah operasi, aku juga sudah ijin di hari kamis. Rabu malam, aku sdh siap menunggu di rumah sakit, dan anakku ternyata sakit panas tinggi, aku gak ada pilihan lain selain mengajak vella tidur rumah sakit sambil menunggu papahnya. Waktu itu jam 9 malam, aku dan anakku sudah sampai rumah sakit, vella sudah di bobokin di kasur tunggu rumah sakit. suamiku sudah masuk ke ruang operasi. Aku menunggu sendirian di dalam kamar bersama vella yang sudah tidur. Dan kedua orang tuanya menunggu didepan kamar operasi. Waktu seperti berhenti, sepertinya jam dinding nya juga gak bergerak, mungkin jam nya rusak. Ahh..menunggu itu menyebalkan. Akhirnya aku tertidur tanpa sengaja, aku terbangun terkaget kaget, tapi jam masih menunjukkan jam 9.30, ugh yang operasi belom kelar juga. Kayaknya udah tidur lama sekali tapi ternyata cuma bobok 20 menit. Hmm…vela juga sudah bobok, tapi badannya masih panas, sewaktu itu tidak ada kekhawatiran sewaktu vela panas, tapi kan hari jumat mau natalan di sekolah,,, seharusnya besok sembuh panasnnya. Jam 11.00, aku ternyata terbangun dari tidurku yang kedua karena pintu kamar dibuka, suasana sangat sunyi sewaktu itu Cuma ada suara ranjang dorong memasuki ruangan. Aku lihat suamiku masih dikuasai obat bius. Dan hidungnya juga dtutup kasa rumah sakit. setelah suster nya keluar, mertua datang dan pamit mau pulang. Suamiku mulai meracau minta minum, haus, dll. Suster bilang minumnya nanti 3 jam setelah operasi, kurang lebih jam 2 pagi baru boleh minum. Hmm…mana aku bisa tidur sampe jam 2 pagi. Anakku terbangun lagi mungkin karena badannya panas dan tidak enak badan. Jam 2 pagi aku kasih minum suamiku, dia agak kesulitan minum, karena hidungnya ditutup, jadi otomatis dia makan, minum, dan bernapas dari mulut. Bayangin aja hidung kita ditutup sambil bernapas dan ngomong atau makan dan minum. Ribet banget. Setelah minum, sudah bisa buka matanya dan sadar, tapi masih ada sedikit kekuatan obat bius.pagi hari, aku bangun seperti biasa, aku mandiin vela, kasih makan, kasih obat panas vella. Aku juga urus suami, nyuapin dan super ribet karena makan harus hati2. Tapi hari itu aku bisa lah handle. Jam 9 pagi anakku bobok, suamiku juga bobo karena dikuasai obat obatan. Aku selimuti anakku sampe sebatas leher anakku, suamiku juga sudah pulas, mulutnya sedikit terbuka karena dia harus bernapas melalui mulut. Aku gak bisa tidur, karena biasanya memang gak tidur, aku ngurusin kerjaan dulu via bbm an sama teman kantor. Jam 11 siang menuju tengah hari, suhu badan anakku perlahan mulai pulih menuju normal, tubuhnya mulai berkeringat, fiuh semoga segera sembuh vella, dan setelah jam 12.30 suhu tubuh vella sudah normal, puji tuhan dia besok bisa ikut acara natalan. Kondisi suamiku masih sama seperti biasanya dikuasai obat bius, mnta di suapin dsb, anakku dan aku meninggalkannya sebentar karena aku mau merayakan kesembuhan vella, dengan membelikannya makanan yang di suka di kantin rumah sakit, dia happy banget bisa ikut natalan di sekolahnya besok karena sudah sembuh. Sore hari, ortu kami berdua datang meramaikan suasana, dan aku sedih malam ini aku harus meninggakanya sendirian di rumah sakit. besok aku harus mengantar vella ke sekolah untuk mrayakan natal..gimna ya….dan kayaknya mertuaku agak gimana gitu tahu kalo tidak ada yang menunggui nya dirumah sakit, selain itu aku harus ikut acara natalan kantor dikudus. Aku gak bisa apa apa kaena aku harus perform di sana. Ck. Malam hai dirumah tiba tiba suhu badan vela panas lagi. Gimana ini, aku tanya ke vella dia semangat banget ikut acara natalan di sekolahnya. Aku berangkat antar vela naik taxi karena hari hujan. Sesampai disekolah dia semangat ikut natalan, dan matanya agak sedikit lesu karena sakitnya kembali lagi. Aku meninggalkannya di sekolah, aku percayakan ke guru anakku. Kebetulan aku masuk jam 10 pagi, jadi jam 9 aku sempatkan lihat vella di temat acara natalan. Trus dia suka banget lihat aku datang, dan dia minta gendong mungkin badannya masih sakit, dia tiba tiba gak mau turun, gak mau duduk sendirian nangis minta gendong, dia nangis semakin keras, aku kecewa bgt kalo aku datang kesana malah vela nangis kayak gitu. Trus aku pasrahkan ke miss vita aja, aku pergi meninggalkannya, jam 10 aku sampai kantor dan mengerjakan pekerjaanku. Jam 12.00 siang aku ke rumah sakit sebentar dan lihat kondisi suamiku. Hmm ada keluarga nya juga yang datang. Setelah sampai kantor, jam 2 aku persiapan untuk acara dikudus, sebenarnya hati ini gak rela ninggalin suami ke kudus, pasti nanti menimbulkan masalah. Dan apa yang kutakutkan terjadi, bukan suamiku tapi vella, jam 8 malam aku diberitahu vela nangis cari aku, waktu itu posisi di kudus, aku bingung mesti gimana. Aku Cuma bisa pasrah sama keadaan, mau nangis gak bisa, trus setelah itu, aku berdoa semoga acara ini segera berakhir, jam 9 akhirnya acara makan makan malam. Dan jam 10 kurang kami meningglkan kudus, sesampai dirumah, aku dapati vela sudah bobok dengan eyang nya. Aku akhinya bisa bobok sama vella yang badannya masih panas, aku gak hubungi suamiku dulu , gak tanya gimana keadaanya, karena aku fokus ada anakku. Aku kebingungan waktu itu, ahh semoga hari terus berlalu, satu hari lagi , hari sabtu aku masih masuk kantor,, dan pagi hari sabtu itu aku ke rumah sakit, dan suamiku saat itu sedang di lakukan operasi kecil, pengambilan tampon di hidungnya, karena dijadwalkan sabtu siang dia bisa pulang. Setelah itu jam 8 kurang 10 menit aku lihat suamiku sudah tidak menggunakan penutup hidung lagi tapi masih disumpal kapas hidungnya, rencana mau diambil hari senin karena masalah berdarah darah. Lalu aku meninggalkan rumah sakit, karena jam 8 aku harus kembali ke kantor, aku sedih banget ternyata cuaca tidak bersahabat, hujan pagi itu keras sekali, aku menerjang hujan pakai motor. Dan sampai kantor terlambat 20 mnit. Aku meninggalakan vela yang masih panas dan suamiku yang terbaring lemah tak berdaya. Akhirnya aku diperbolehkan pulang jam 12 siang. Dan suamiku agak sedikit marah karena kejadian semalam, tapi ak minta pengertian suamiku. aku meninggalkan vela dan dirinya dalam kondisi seperti ini, dan aku dikudus bersenang senang, aku sama sekali tidak punya pilhan lain, aku kebingungan di kudus, aku gak hepi waktu itu. Baginnya, aku tidak bisa diharapkan karena aku lebih memilih pekerjaan, aku Cuma minta pengertian, aku capek, badan juga capek, aku mondar mandir kesana kemari, demi kalian berdua, aku sempatkan waktu untuk kalian, aku gak hepi ,aku kepikiran terus kalian berdua, tapi ya sdh. Aku minta tolong papahku untuk menjemput, badanku tiba tiba panas, pandanganku buram seketika, aku tidur di mobil, aku sakit disaat saat terakhir perjuanganku. Tuhan apa lagi ini?kenapa semua ambruk? lumayan juga bisa tidur di mobil, tapi aku masih merasa berat sambil mengurus administrasi suamiku di rumah sakit, angkat angkat barang di rumah sakit. sesampai dirumah, aku tepar, aku gak bisa duduk dan gak bisa bangun, pengennya nyuci baju, suapin suami, ngapa ngapa in, tapi panasku mencapai 40 derajat. Semua sakit. aku bobok sambil mengigil di bawah selimut, aku sempatkan minum obat, dan jam 7 malam, akhirnya aku berkeringat luar biasa, tapi yang penting pandanganku sudah terang benderang, lumayan juga sih obat yang kuminum, memang setelah panas tinggi seperti itu, badanku tidak langsung pulih masih ada sisa sisa tenaga, pastinya aku disuruh istirahat. Dan aku bisa kumpul keluarga, dan entah bantuan dari siapa, tiba tiba adikku dr bandung pulang ke semarang utuk janji temu dengan programmer untuk kepentingan thesis s2 nya, dia mungkin dikirim Tuhan untuk bantu bantu di rumah. Keajaiban itu bisa terjadi dimana saja. Luar biasa. Di hari minggu semua masih berjalan seperti apa adanya, kami mempersiakan diri untuk besok senin, suamiku senin mau diambil kapas di hidungnya, vela juga masih punya semngat sekolah, dia juga sedang pemulihan, aku juga sedang pemulihan, jadi kami semua intinya harus istrahat. Yah iulah sedikit cerita dari aku dimana aku harus berjuang sendiri mengobati suami dan anakku, dan akhirnya aku harus kecapekan dan sakit. dimana tidak ada pilihan lain, tapi aku yakin sekali pasti ada keajaiban di setiap air mata.

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: