jump to navigation

Pekerjaan Bukanlah Segala – galanya J, September , 2012

Posted by mirya18061985 in Uncategorized.
trackback

Ya, ini keinginan dan doaku sendiri. Coba teguhkan hati apapun yang terjadi. Aku memilih bekerja lagi karena memang ini motivasiku sendiri. Apa sih gunanya bekerja? Ya cari uang, lalu apa? Cukup lakukan sebaik yang kamu bisa disana. Itu saja. Tidak perlu ngotot kamu harus begini dan begitu, karena memang hati ku cuma untuk keluarga ku saja bukan pekerjaan. Aku menikah dan punya anak, maka dari itu aku bekerja. Aku berusaha menyenangkan hati mereka dengan mendapatkan uang. Aku tidak munafik. Lalu untuk apa kamu bekerja? Apa tujuanmu bekerja? UANG UANG dan UANG. Mungkin ada yang tidak merasa butuh dengan gajimu. Mungkin gajimu itu berlebihan dan lebih dari cukup. TAPI, SIAPA YANG MAU BEKERJA DENGAN CUMA CUMA DAN TIDAK DIGAJI?

Pertanyaan yang sangat mendasar, tapi coba dijawab sendiri. Jadi, sekalipn lingkungan kerjamu sedemikian rupa, mungkin tidak kondusif, penuh problematika, atau dikejar kejar, bukankah hal itu biasa terjadi. Aku tidak pernah mengambil hati pada pekerjaanku supaya apapun yang terjadi di kantor aku juga tidak akan pernah mengambil hati pada tindakan atau omongan atau dateline atau apapun problematika didalamnya.

Masih banyak keinginan ku untuk beli ini beli itu. Ya mungkin ini yang bisa aku lakuakan untuk inginku. Bukannya egois, keinginanku Cuma ingin membeli perabot rumah, memperindah rumah, beli kebutuhan untuk anak dan suami. Mungkin juga tabungan yang lebih banyak. Suamiku ? owh tentu saja dia bisa. Dia sudah bisa membelikanku bermacam macam. Wajarlah kalo manusia ingin nya tidak pernah ada habisnya. Tapi apa salahnya punya tabungan?

___

Lalu tiba tiba setelah aku pulang kerja, aku merasa tiba tiba segala inginku, segala kehidupanku lenyap dalam sekejap. Tiba tiba aku tidak menginginkan semua itu, karena semua inginku itu konyol dan tidak ada apa apanya dibanding memiliki, ya kembali lagi, kebahagiaan dengan keluarga kecilku. Apa yang kulihat dipinggir jalan, di sudut lampu merah kota di waktu petang membuat aku menangis. Kenapa masih ada yang seperti ini? Kenapa mereka seperti ini? Ibu ini sedang menyusui anaknya dipinggir jalan dan ibu itu juga sedang menunggu anaknya yang lebih besar tidur disitu! Apa apaan ini, kenapa bawa anak kecil? Kalian puas membuat aku menangis melihat pemandangan seperti itu? Apakah kalian sudah merasa berhasil? Lalu aku merasa, hidupku ini tidak ada apa apanya, semua keinginan duniawi. Sepanjang jalan aku menangis, aku ingat anakku, apa yang dia lakukan sekarang?apakah dia sudah makan?apa sudah tidur?hmm…ya mereka berhasil

Tapi, apa yang terjadi setelah itu, aku tetap tidak memberikan mereka uang karena aku mungkin percaya bahwa siapa tahu itu anak sewaan, korban penculikan, atau sebagainya. Tapi drama itu lebih mengingatkanku bahwa aku harus kembali ke awal. Pekerjaanku yang terbaik saat ini adalah menjadi seorang ibu. Itulah pekerjaan yang aku lakukan dari hati karena aku tidak butuh gaji sebagai seorang ibu, aku tidak perlu teriakan atau omelan dari bos ku untuk mendidik anakku. Ya itulah kehidupan, pelajaranku hari ini. Aku tidak perlu seorang guru khusus mengajariku kehidupan, ada seorang mahaguru di Atas sana yang akan menciptakan pemandangan buat masing masing kamu. Selamat menikmati ya..happy watching!

Komentar»

1. kasamago - J, Februari , 2013

kebahagiaan emang indah

mirya18061985 - J, Maret , 2013

setujuuu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: