jump to navigation

Supper itu Rasanya… J, Maret , 2012

Posted by mirya18061985 in Uncategorized.
trackback

Jam 22.00 aku beranikan diriku pergi bersama yang tersayang hanya untuk mencari makanan atau bule biasa bilang itu supper. Lumayan berat, isinya karbohidrat!! Ehm, sekarang disekelilingku jam segini sudah tidak ada lampu betebaran lagi. Hingar binger mulai redup. Rolling door toko berjatuhan menghantam tanah dibawahnya. Berisik sampai sampai mengundang orang disekitarnya tertarik melihat dan menyaksikan detik detik jatuhnya benda itu. Tapi mengherankan juga, di jam segini masih banyak kendaraan berseliweran, entah apa yang mereka tuju, kemanakah kendaraan mereka akan berhenti dan kapan mesinnya mati. Ah, mungkin mereka sama seperti aku dan suamiku yang iseng mencari makanan diluar, atau memang sedang mencari “makan dan makanan” diluar?? Aku salut pada yang mencari ‘’makan’’ diluar, bekerja sampai selarut ini. Lalu bagaimana dengan yang mencari ‘’makanan’’ diluar? Siapa yang mereka cari? Itu urusan pribadi masing – masing.

Srek srek srek.. sreengg..si penjual mulai memasak pesananku..ehm aku ga suka pedas. Dan api bercipratan di bawah wajan si penjual. Menarik juga untuk diperhatikan seperti kembang api tapi cipratannya lebih pelan dan ber irama. Padahal itu kan abu, ah siapa peduli.

Cuma tiga atau empat  kendaraan dalam satu menit mereka berlalu lalang di hadapanku. Seperti tukang survey aja yah!Kebanyakan mereka anak muda atau mungkin anak tanggung yang masih labil. Aku tidak melihat anak anak yang berkeliaran disini apalagi orang tua, lebih baik kan istirahat dirumah dan tidur saja. Rata rata mereka berboncengan dengan teman sebayanya tanpa menggunakan helm, atau jaket. Mereka bercanda dengan cara teriak teriak diatas motor. Diantara toko toko tadi masih banyak juga rumah tangga yang lampunya masih nyala, sebagian laki laki menggunakan sarung yang motifnya konvensional kotak kotak. Mereka bercengkrama dengan tetangga diluar rumah. Ada yang memegang rokok, bahkan diantara mereka ada yang tidak mengenakan baju.

Kebetulan langit malam ini mendung, jadi langit berwarna keabu abuan, bintang dan bulan ga kelihatan. Aku menengok laki laki di sebelahku dia itu orang yang tadi bersamakau..ehehehe suami lagi asik sama hapenya, ga tau sms atau ngapain. Biarin aja ahh…lanjut lagi nontonin si penjual sama asistennya. Rupanya pesananku sudah jadi. Ya Cuma 2 piring dan kami break melakukan aktivitas masing masing dan melanjutkan merasakan supper dari dalam mulut. 5 menit atau mungkin lebih, piringku sudah kosong dan aku menunggu di sebelahku yang lagi asik mengunyah. Sambil lalu aku melihat ke si penjual, dia rupanya sedang istirahat, karena belum ada pembeli lainnya lagi. Entah iseng atau apa, si penjual mengetuk ngetukan atau tepatnya memukul mukul sendok ke piring beling. Suaranya nyaring sekali, apalagi sekarang jalanan udah mulai sepi. Asik juga sepi begini.

Aih teman makanku sudah menghabiskan suppernya lalu bersendawa, wuih puas sekali kelihatannya. Lalu Aku mengingat ingat kembali rasa supper ku itu sambil pulang dengan angin malam yang menimpa wajah dan rambutku..

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: