jump to navigation

Afika dan Angie J, Februari , 2012

Posted by mirya18061985 in Uncategorized.
trackback

Di sebuah sekolah SMA di Kota Kowawa adalah dua siswi yang memiliki kepribadian berbeda. Afika dan Angie adalah teman sekelas di sekolah itu. Mereka berdua sama sama cantik, punya kemampuan luar biasa, pintar, dan tentu saja mereka murid dari kalangan kelas menengah atas. Kesamaan dan kelebihan yang mereka miliki adalah merupakan anugerah dari Yang Maha Kuasa. Mereka berdua bersahabat sangat dekat sampai suatu hari ada suatu hal yang membuat mereka menjalani hidup yang berbeda.

Suatu hari Sekolah Kowawa mengadakan pemilihan Ketua OSIS. Dan dengan berbagai alasan, Afika dan Angie memiliki kemampuan yang sama dan layak menjadi seorang Ketua OSIS. Dan tentu saja dengan dukungan teman dan guru, mereka sama sama mencalonkan diri.

Pemilihan dan voting Ketua OSIS itu akan dilaksanakan bulan depan. Mereka berdua dan kandidat lainnya pun berlomba membuat sesuatu untuk keberhasilan mereka masing masing. Berbagai upaya mereka lakukan secara moral dan material. Sampai pada pertengahan bulan, sudah dapat dipastikan Afika dan Angie adalah calon terkuat dan mereka akan bersaing ketat untuk mendapatkan voting terbanyak. Sejak saat itu, Afika dan Angie sudah jarang berhubungan walaupun mereka satu kelas. Atmosfir diantara mereka sudal terlihat berbeda. Hal ini dirasakan oleh Afika. “Angie, kita udah ga pernah jalan ke mall lagi?” , sambil berlalu Angie menjawabnya dengan ketus “aku lagi sibuk kapan kapan aja deh!”

Sampai keesokan harinya… “Angie, ke kantin yuk..disana ada si Unyu unyu loh” “Ntar aku mau ke kantor guru!” Hubungan persahabatan mereka pun semakin hari semakin renggang. Angie terlihat lebih ambisius menjadi Ketua OSIS. Berbeda dengan Afika yang memang menjalankan tugasnya sebagai pelajar yang berusaha semaksimal mungkin menjadi Ketua OSIS.

Saat Angie kehabisan dana mempromosikan dirinya, dia merengek pada kedua orang tuanya untuk menambah uang jajan harian. Tambahan uang jajan harian dari orang tuanya itu ia bagikan pada teman teman dan guru supaya mau memilih dia. Dia juga membeli barang barang yang akan dibagikan pada siswa dan siswi di kelasnya supaya bersedia memilihnya sebagai ketua OSIS. Belum ada dua hari, uang tambahan itu ludes. Angie berusaha mendapatkan tambahan uang untuk dibagi bagikan. Tapi sudah tidak mungkin meminta tambahan uang untuk kedua kalinya kepada orang tuanya dengan alasan yang lain. Demi keberhasilannya, dia mencuri uang orang tuanya hanya untuk mentraktir  teman teman kelas lainnya di sebuah restoran fast food.

Berbeda dengan Afika yang berusaha dengan cara lain. Afika tidak mungkin mengandalkan uang walaupun kedua orang tuanya mampu memberinya. Dia berusaha sebaik mungkin. Dia mencoba membuat majalah dinding mengenai hal hal yang menarik untuk ukuran anak SMA. Selain itu, Afika juga selalu menunjukan perilaku yang baik kepada semua teman, guru dan orang lain di sekolahnya. Tidak lupa dia selalu belajar dengan giat supaya bisa menjadikan contoh yang baik untuk teman temannya. Diapun selalu membantu teman temannya yang kesulitan menerima pelajaran. Wah wah…teman temannya pun sangat terbantu dengan kebaikan dan ketulusan hati Afika.

Tibalah saat pemilihan Ketua OSIS. Dan waktu berjalan begitu cepat hingga sampailah saat yang di tunggu tunggu. Angie mendapatkan 2311 suara dan Afika mendapatkan 2322 suara, dan suara lainnya didapatkan oleh kandiadat lainnya.

Tampaklah jelas bahwa Afika lah yang menjadi Ketua OSIS. Senangnya Afika saat itu. Ia mendatangi Angie dan berbagi kegembiraan dengannya. Tapi  Angie pergi begitu saja tanpa senyuman. Diwaktu yang bersamaan, semua teman teman dan para guru member selamat pada Afika, dan tidak ada satupun orang yang mendatangi Angie.

Malam harinya, orang tua Angie mendapati Kartu kredit milik kedua orang tua Angie di kamarnya. Angie pun hanya bisa menangis minta ampun.

Jalan hidup itu pilihan, begitu juga Cinta. Pilihan itu lah yang harus kita jalani. Pilihan yang kita jalani adalah takdir kita. Pilihan hidup itu sangat menentukan takdir kita. Jangan sampai salah memilih takdir kita ya,Bro!

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: