jump to navigation

Rindu Rumah ‘Kelinci’ Kami J, Februari , 2012

Posted by mirya18061985 in Uncategorized.
trackback

Rumahku, betapa aku merindukanmu…

Sejak aku menikah aku memang sudah memiliki rumah hasil tabungan ku dan suamiku. Rumah itu letaknya jauh dari Kota. Letaknya memang di Kabupaten Semarang yaitu di Ungaran. Kami memilih rumah disana karena mungkin wilayahnya terkenal dengan udara sejuk. Perumahan itu  termasuk perumahan minimalis. Kami kebetulan mendapat rumah dengan tipe 36 dan memang dibangun tanpa dapur.

3 bulan setelah menikah, kami pindah ke rumah kami dengan apa adanya. Kami membangun dapur rumah kami dengan uang seadanya. Dan inilah dia, sampai suamiku harus menjual salah satu motor kami untuk membuat dapur. Dibantu sana sini  sambil berusaha memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Setaun ini kami melewati hari hari yang penuh suka cita, dukacita, kesenangan, keegoisan pasangan muda, kesusahan dan kecemasan disana.

Sampai akhirnya suatu hari doa kami dijawab, tapi ini sebuah dilema. Yaaa namanya juga manusia ehehehe wajar. Suamiku dipindah tugaskan ke kota lain. Dan kami saat itu sudah dikaruniai anak perempuan bermur 6 bulan. Bayi kami sangat Lucu, Cantik dan dia adalah anak yang pengertian.

Mau tidak mau aku di hadapkan pada dua pilihan antara terus tinggal di Ungaran sendirian atau di Semarang bersama orang tua. Dan aku pindah ke Semarang dengan berbagai pertimbangan.

Belum ada seminggu di Semarang, waktu terasa sangat amat lamaaa. Tidak sadar aku sangat merindukan rumahku disana. Walaupun kecil dan banyak rembesan atau bocoran air hujan, tapi aku merindukannya seperti aku pacaran (saat aku menulis kalimat ini aku sangat sedih dan mata ku berkaca kaca). Aku pengen kembali lagi kesana dengan segala kesusahan kesedihan kecemasan. Aku merindukan saat saat susah disana.

Walaupun dipandang tidak nyaman oleh orang lain, tapi aku mengharapkan rumah itu dan berharap anakku bisa besar dan tinggal disana. Ya Tuhan aku kembali bingung. Mungkin suatu hari Tuhan akan beri jawaban-Nya. Lagi lagi menunggu lagi lagi menunggu…tapi ini adalah kerinduanku.

Untuk mengatasi kerinduanku, Aku terus terusan merengek pada suamiku setiap sabtu dan minggu kami bertiga menengok rumah kami.

Selain itu, kami juga punya rencana untuk mengontrakkan rumah kami, yah daripada tidak ada hawa manusia disana. Saat ini pun aku membayangkan rumah kami di siang dan malam hari seperti apa sekarang.

Aku selama ini mencoba untuk hidup  dan mencintai apa yang kami punya. Tapi setelah ini, aku harus merelakan semuanya begitu saja. Di tinggal begitu saja. Kenapa dulu aku berusaha mencintai rumahku sendiri. Kalo tau begini aku dari dulu  mau bilang ga betah tinggal di rumah kami. Tapi ini hasilnya, aku sekarang benar benar merindukan rumahku, aku selalu membersihkannya setiap hari sampai disudut sudut rumah. Aku ingat aku membersihkan seluruh sudut rumah itu pada waktu Imlek 2012.

Aku pengen kembali kesana. Aku dengan tulus ikhlas mau merawat rumah. Aku akan merawat anakku disana sampai besar. Aku pasti kembali kesana apapun keadaanya.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: