jump to navigation

Pengalaman Melahirkan Normal J, Agustus , 2011

Posted by mirya18061985 in Uncategorized.
trackback

20 Juli 2011

Siang hari perutku rasanya agak sedikit aneh. Mungkin itu namanya kontraksi rahim. aku bertanya tanya pada ibuku, googling dan cari tahu apakah benar begitu maksud kontraksi. Tapi belum begitu sakit rasanya, aku masih bisa menahannya. Tapi yang namanya hamil pertama, pasti bikin panik semua orang, akunya yang santai aja…apalagi suamiku dia selalu ga sabar dan bertanya setiap detik serta selalu mengajakku ke bidan untuk periksa dan periksa lagi. Waktu itu, ibu mertuaku yang mengantar aku untuk periksa ke bidan karena hari itu suamiku masih bekerja.

Yah sebenarnya aku masih ragu kalo anakku akan lahir hari itu, dan benar saat diperiksa hari itu aku masih bukaan 1!!! Dan aku diperbolehkan pulang dan menunggu bukaan bukaan selanjutnya dirumah saja. Malam harinya aku terus dipantau suami dan orang tuaku sampai aku bosan diberi pertanyaan yang sama setiap menit.

21 Juli 2011

Hari kedua siang hari…suamiku menyempatkan pulang kerumah padahal tempat kerjanya jauuhhhh nian…ehm kurang lebih 40 km kali ya…ahahahha. dan lagi lagi aku dipaksa untuk ke bidan dan kontrol, tapi aku merasa kontraksi kali ini tidak sesering yang kemarin. Benar saja masih bukaan 2 itu aja katanya masih tebal. Aku semakin ga ngerti yang dimaksud tebal atau tipis itu seperti apa. Aku juga deg deg an, tapi juga bingung sebenarnya kapan aku mau melahirkan yaa…??aku juga ga sabar lihat wajah anakku kelak.

Siang hari itu aku berdoa Tiga Novena Salam Maria dan memohon supaya hari ini aku bisa lihat wajah anakku. Aku juga capek kalo ditanya tanya terus. Menunggu dan menunggu lamaa sekaliii. Aku juga mengajak ngobrol janinku supaya hari ini kita berdua bisa bekerjasama berjuang melewati hari yang nantinya akan menjadi hari ulang tahunnya. Aku minta supaya dia lahir hari ini.

Sore hari seluruh keluarga lagi lagi menanyakan bagaimana? bagaimana? dan bagaimana? huft bosaannnn!!

Tepatnya jan 17.30 WIB aku dan suami nonton tayangan sinetron di SCTV judulnya Calon Bini, kebetulan di sinetron itu ada karakter lucu yang membuat aku selalu tertawa kalo melihat muka dan mendengar gaya bicaranya, karakternya bernama Jamal (diperankan oleh Dian Sidik). Tiba tiba mungkin karena kelepasan tertawa terpingkal pingkal, maka bertambah mules lah perutku ini. Aku sudah mulai meringis ringis. Suamiku mulai menggodaku mungkin supaya aku bisa tambah terbahak bahak!!aneh….!

jam 20.00 rasanya memang kontraksi betulan kali ini tapi tidak terlalu sering, jadi aku masih santai saja. Lalu aku mengajak suami dan adikku untuk pergi membeli Mie Ayam gerobak biru..pengennn bangettt waktu itu. Tapi aku minta sebelum beli mie ayam aku pengen mampir ke bidan hanya untuk mengecek saja (nah kalo ini aku sendiri yang pengen periksa). Ternyata masih bukaan 2 tapi sudah tipis. Kontraksiku juga sudah mulai sering. Pas waktu diperiksa, frekuensinya masih 5 menit sekali tapi tiba tiba sudah menjadi 3 menit sekali. Wah cepat sekali, Tapi mulas di perutku juga belum terlalu heboh. Suamiku juga masih kaget kok lama sekali dari kemarin masih bukaan 2 walaupun frekuensi kontraksi sudah lebih sering.

Suster dan bidan disana sudah menganjurkan supaya aku tinggal di Rumah Bersalin ‘Citra Insani’ saja daripada dirumah dengan alasan sudah bukaan 2 tipis dan kontraksi yang semakin sering. Yang namanya aku itu suka ngeyel pengen makan diluar dulu sebelum mondok disitu, masih pengen banget mie ayam dan suamiku mengabulkannya.

Sehabis makan mie ayam aku kembali ke rumah bersalin ‘Citra Insani’. Lalu aku dan suamiku pergi kekamar yang sudah dipesan jauh jauh hari. Kamar itu lumayan luas karena dulunya kamar itu terdiri dari dua kamar tapi dijadikan satu. Ada AC dan TV terpasang berseberangan dengan kasur yang lumayan luas. Kamar mandi disendirikan dengan Wastafel, kebersihan dan kenyamanan sangat diperhatikan disana.

21.00 aku tidur tiduran dan beristirahat sambil nonton tv dikamar bersama suamiku, tapi tiba tiba mules perut ini kayak udah di ubun ubun. Setiap detik semakin sakit. Setengah jam berlalu rasanya sangat lamaaaaaa sekaliiiii, mati matian aku menahan rasa sakit di perutku. Suamiku sebenarnya mengantuk tapi dia ikutan panik sambil kasih aku semangat untuk terus kuat. Sekali lagi aku terus mengulang doa Salam Maria dan berbicara pada janinku supaya dia juga bantu ibunya agar lahirnya jangan terlalu lama ‘ nanti lahir jam 12 malam ya nak…’ kataku.

22.00 haduh rasanya ga kuat sekali, dan rasanya seperti mengompol tapi ga ngompol…ternyata itu namanya pecah ketuban. Suamiku juga tambah kebingungan dan segera memanggil suster atau petugas jaga disana. Detak jantung janinku diperiksa dan masih baik, dan aku sangat kecewa karena sewaktu pecah ketuban ternyata masih bukaan 3 (aduh lama banget…kapan 10 nya???) Aku juga udah ga bisa nahan lagi sepertinya. Mukaku seperti apa juga aku ga tau. Akhirnya dengan bantuan kursi roda aku dibawa ke ruang bersalin disana. Ruang bersalin itu lebar dengan 2 bed yang ukurannya tidak terlalu besar dan disekelilingnya begitu banyak peralatan persalinan. Mungkin ini sudah saatnya.

23.00 Sesampai di Ruang bersalin, tidak lama kemudian pas jam 23.00 detak jantung janin dan bukaan diperiksa lagi. Wah langsung bukaan 8!!dalam hatiku Puji Tuhan….sedikit lagi bukaan komplit…tapi aku sudah ga tahan lagi. Kebetulan suamiku menemani persalinanku saat itu, setia nih yee…!!padahal aku sudah mukul mukul nyakar nyakar punggung suamiku dan berteriak teriak sambil berusaha mengatur nafas walaupun kewalahan setengah maati. Berkali kali aku melihat jam dinding kenapa waktu sepertinya udah ga berputar…lama sekali, bener bener pasrah hampir menyerah.

22 Juli 2011

00.00 pergantian hari. Suaraku udah parau saking seringnya teriak teriak, tapi ga pake acara nangis loh. Akhirnya aku marah marah sama ke 4 suster dan bidan yang menangani persalinanku oopss…!!!udah ga terkontrol kayaknya!!’bu…tolong di cek lagi mungkin udah bukaan 10!!!’ berulang ulang aku bilang hal seperti itu ke mereka. Akhirnya untuk kesekian kalinya permohonanku dikabulkan. ‘Sekarang boleh ngeden,bu…!’ ahh…kenapa ga dari tadi periksanya, mungkin sebenarnya daritadi udah bukaan komplet.

Ngeden aja kok kayaknya susah banget…aku terus dipantau dan disemangati sama suamiku, dia terus memeluk aku dan memintaku untuk tetap kuat. ‘Yak bagus bu! terus bu! udah keliatan rambutnya’ mungkin itu skenario mereka setiap ada orang mau melahirkan…jahatnya aku berpikiran seperti itu.  Aku masih sadar dan masih saja tidak menangis tapi tetap berteriak teriak kesakitan sambil ngeden …aku berpikir saat itu…ini akan segera berlalu dan sakit ini akan terbayar dengan melihat wajah anak di dalam rahimku ini, ini akan segera berlalu, aku akan tetap berusaha dan bertahan.

00.30 masih belum juga keluar kepalanya walaupun sudah sempat separo tapi ketahan lagi…ampun deh nak susah sekali kamu lahir. Mukaku mungkin saat itu sudah berubah seperti Lucifer merah dan hitam. Aku langsung berdoa pelan pelan sambil menunggu kontraksi selanjutnya. Doa andalanku Salam Maria, aku mohon ampun buat segala dosa dosaku dan aku minta Bunda Maria membantu aku. Tiba tiba aku merasa dipojok  ruangan berdiri Bunda Maria dan Beliau tersenyum sangat cantik sekali. Aahh semangatku kembali lagi…aku harus berusaha lebih keras lagi.

00.59 aku merasakan desiran di jalan lahir seperti kepala dan seluruh anggota tubuh meluncur dengan bebasnya. Aku bisa merasakan sepasang kaki yang terjun ke bawah. Ya ampun….Anakku sudah lahir!!!Para bidan sibuk menyedot air ketuban di mulut dan mata bayiku, lalu rintihan oek…oek….menandakan bahwa bayiku lahir dengan selamat sehat. Thanks God. Pengalaman yang ga semua orang bisa dan berani menjalaninya…Bunda Maria sepertinya masih tersenyum di pojok ruangan itu, Thanks Mother…!!

Dengan seperempat tenaga yang aku punya, aku hanya bisa mengedipkan mata pelan pelan tapi rasa sakit itu hilang seketika.

Aku melihat lihat sekeliling ku. Mereka sibuk mengeluarkan ari ari lalu yang lainnya sibuk menimbang dan mengukur bayiku. ‘3.4kg, panjangnya 49 cm’….’HAAA???’ badan kecilku bisa melahirkan bayi yang besar….Keajaiban Tuhan!!Suami ku sibuk telepon ortu dan mertua mengabarkan kabar gembira..hihihi sibuk semua..aku pengen ikutan gembira tapi tenaga ini kok udah prepet prepet. Tidak lama kemudian, bayiku di letakkan di atas dadaku. IMD mungkin namanya ( Inisiasi Menyusui Dini). Ehh dia lucu banget…bisa gerak gerak sambil ngangkat ngangkat kepala.

Setelah aku bersih dan berganti baju, aku masih punya sisa tenaga untuk naik ke kursi roda tanpa bantuan gendongan. Dan kembali ke kamar ku….

Bayi kecilku perempuan, punya wajah yang imut, manis, lebih mirip ke papa nya, tapi punya pipi yang sangat besar seperti papa nya. She is cute. Selamat Datang di dunia, nak…perjuangan kita baru saja dimulai.

Gigantic love

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: