jump to navigation

Solo sama dengan Oslo J, Januari , 2010

Posted by mirya18061985 in Uncategorized.
trackback

Liburan akhir tahun dan tahun baru aku habiskan di rumah saja untuk benar benar re-charge semua otak, pikiran dan tubuh. Tiba tiba di akhir liburan entah kenapa aku berpikiran untuk mencari sesuatu yang memang seharusnya dicari…hahahha. Liburan lagi jalan jalan lagi.

Selamat datang Solo, yaitu kota yang ramai dan masih mempunyai adat istiadat Jawa yang kental. Karena itu, disana aku, Mas Riessa dan Mama mencari Ke-Jawa-an yang masih khas. Kain kebaya, Batik dan Keraton lah yang membuatku tertarik akan kota ini setelah Jogjakarta.

Hari Minggu itu dimulai pukul 11.00 pagi dan sampai di Solo jam 13.20. Memang memakan waktu agak lama, tapi kota itu menyimpan banyak keindahan. Sesampainya disana, aku melihat banyak bangunan hotel. Entah kenapa disana banyak sekali dibangun hotel dari kelas melati sampai hotel bintang 5.  Selain itu banyak bangunan disana yang bagus dan lebih keren. Mungkin Solo lebih layak menjadi ibukota provinsi Jawa Tengah daripada Semarang. Kelebihan lainnya adalah bahwa Solo juga adalah kota tempat tinggal raja selain Yogyakarta.

Beteng

Karena niat kita adalah memang untuk berbelanja, kita langsung menuju ke PGS (Pusat Grosir Solo) dan Beteng pusat grosir yang jaraknya berdekatan satu sama lain. di kedua tempat itu terdapat banyak kain kebaya dan batik batik dengan harga grosir dan berbagai macam pilihan. Tentunya disana lebih bagus dan lebih murah. Luar Biasa…saking banyaknya pilihan, kita bingung pilih yang mana.

cari kain kebaya yang pas

Setelah dapat KAin kebaya yang cocok di Beteng, kita ke pusat grosir di sebelah nya…jalankaki, panas dan sampailah di PGS, lagi lagi kita bingung milih batik.

Yup ini atau itu

Coba dulu boz

Berbagai macam bentuk dan pilihan memang bikin pusing. Daripada pusing pusing, yang penting kita sudah dapat jatah masing masing yang akan dibeli.

Lanjut perjalanan berikutnya yang ga jauh dari sana. Kita langsung cabut ke arah selatan kota Solo, yaitu di sepanjang Keraton Kasunanan Surakarta. Kita melihat keraton itu tidak terawat. Sungguh disayangkan tempat tinggal Raja Paku buwono tidak terawat seperti itu. Tapi kita memang tidak ada niat untuk masuk kesana. Kita melirik ke sebuah Pasar yang ada di sebelah Keraton. Pasar Klewer namanya. Sayang, sesampainya disana sudah jam 14.30. Fyi, Pasar dan tempat keramaian di Solo  banyak yang tutup awal, sekitar jam 16.00. Aku juga ga tau kenapa seperti itu. Jadi kita hanya kebagian sedikit Pasar Klewer. Mungkin barang yang kita cari di Pasar itu juga sudah tidak ada.

Pasar Klewergerbang masuk

Setelah dari sini  kira kira sudah pukul 17.00 dan kita memutuskan untuk pulang ke Semarang. Aku pasti kembali, Solo….

Iklan

Komentar»

1. yanto - J, Juni , 2011

harga satu kain berapa ya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: