jump to navigation

Travelling ala Backpacker ke Malang J, April , 2009

Posted by mirya18061985 in Uncategorized.
trackback

Sewaktu niat sudah ada di ubun ubun kepala, apapun bisa terlaksana. Akhirnya aku dan Mas Reisa pergi ke Malang berdua aja naek bus. Demi menengok Opa yang baru sakit Prostat dan selain itu untuk mencari ‘nasihat’ orang tua.
Perjalanan di mulai dari Semarang jam 19.31. Seharusnya kita berdua sudah ketinggalan bus karena kita baru sampai jam segitu dan hanya tinggal beberapa detik saja bus nya berangkat. Bus Nusantara yang bagus dan bersih dan harga yang masuk akal Rp. 70.000/org . Kita memakai jalur Pantura. Sepanjang perjalanan aku tidur terus sambil kedinginan. Tidak terasa kita sudah sampai di Tuban, dan saatnya mengisi perut.
Setelah perjalanan di lanjutkan menuju arah Malang, aku terus terus an tidur dan akhirnya sampailah kita berdua ke Terminal di Malang tepat jam 5 pagi. Waktu itu tidak banyak angkot yang berlalu lalang. Alih alih menunggu, kita lebih memilih naek taxi yang pake argo, tapi kayaknya kita jadi korban penipuan taxi dengan argo yang dipercepat bisa jadi Rp. 61.000,-.

Rumah Oma

Rumah Oma

Oma pagi pagi sudah menyambut kita di depan pagar rumahnya yang besar dan indah itu. Suasana di sana dingin dan sepi karena memang hanya ada tinggal 2 orang tua yang sudah lanjut usia yang kesehariannya hanya berkutat di dalam rumah membuat roti, berkebun, bermain dengan 2 anjingnya yaitu si Nelly dan Brenda. Perlu di ketahui, Nelly adalah anjing tackle kecil berwarna hitam dan penurut, sedangkan Brenda adalah anjing apa ya jenisnya? Tapi ukurannya besar seperti singa…Brenda jarang menyalak dan patuh terhadap Opa.

Backyard nya Oma

Backyard nya Oma

Pagi hari itu, Oma sudah menyediakan Sup Kacang buntut Sapi dan Ceker ayam manis…ada juga Donat, Roti keju dan banyak lagi….Setelah kita mandi dan sarapan kita melihat lihat sekeliling rumah. Di kebun depan rumah terdapat berbagai macam tanaman yang bagus bagus apalagi semuanya berbunga. Perawatan kebun juga dibantu oleh tukang kebun yang panggilannya Pak To. Oma dan Opa sedang memetik mawar merah dan bunga sedap malam di kebun. Very Beautiful….lalu dirangkai di vas meja makan dan meja tamu.

Pak To dan Brenda dikandangnya

Pak To dan Brenda dikandangnya

Beberapa lama kemudian, ada tamu yang umurnya sebaya dengan Opa yaitu sekitar 81 thn tapi mereka masih seperti anak muda yang sehat walafiat. Tamu masih punya hubungan keluarga namanya Opa Heri kalo tidak salah. Mereka bertiga (Opa, Oma dan Om Heri) bercanda mengobrol di ruang tamu yang luas dan bergema di seluruh ruangan. Aku tinggal tidur saja….

Tengah hari itu, aku dibangunkan untuk diajak jalan jalan ke daerah Malang. Malang adalah sebuah kota kecil yang sangat bersih dan rapi. Sangat bagus tidak kalah dengan Bekasi atau kota Solo. Aku sempat makan siang di sebuah kawasan namanya Jl Kawi untuk makan spesial daging yaitu mie dan ada satenya. Porsinya sangat besar dan aku sudah ga mampu menghabiskan semuanya ke dalam perutku sampai aku harus membungkusnya untuk dimakan nanti.

Makan di Jangkrik

Makan di Jangkrik

Aku juga tidak lupa mampir membelikan oleh oleh untuk orang rumah dan teman temanku. Tempatnya seperti rumah biasa, tapi aku bisa menemukan Kripik Kentang enak dan berbumbu lain dari kripik kentang yang dijual disana. Lalu aku juga tidak lupa beli kripik nangka dan kripik apel juga.

Oleh oleh khas Mbatu, Malang

Oleh oleh khas Mbatu, Malang

Setelah capek disana trus tidur lagi, tidur lagi dan lagi sampai jam 15.00 sore. Lalu aku melanjutkan makan yang tadi belum habis dan mengisi sore itu dengan menemani Oma membuat Kue Bolu yang imut imut untuk di bawa pulang. Setelah mandi kita berkumpul di ruang keluarga untuk ngobrol ngobrol ringan sampai ngobrol berat.

Malamnya aku tidur dengan Oma dan Opa di lantai 2. Kasurku memang kecil disitu, tapi enak, wangi, langsung terlelap …sampai aku dibangunkan pagi dini hari. Ternyata Opa harus pergi ke rumah sakit jam 1 pagi itu. Dengan terhuyung huyung, aku memantabkan langkahku mengikuti kemana mereka pergi. Sampai jam 2 Pagi akhirnya aku bisa melanjutkan tidurku sampai jam 6 pagi.

Jam 6 pagi aku siap siap pulang dengan bawaan yang tambah banyak saja. Kita berpamitan pulang dengan berjalan kaki menuju pasar didekat sana sambil membawa barang bawaan banyak. Lalu kita naek Ojek ke terminal. Hanya dengan 1 ojek saja kita bisa bonceng 3 dan membawa barang sebanyak itu. Di terminal, Mas Reisa beli antimo (anti mabok) yang membuat aku makin penasaran sepertinya jalan Bis I ke Jombang itu sangat ekstrem. Aku juga mengikuti jejaknya minum obat itu. Memang  jalannya berkelok kelok tapi aku hanya tertidur seperti biasa.Bis Pertama ini tidak ber AC dengan harga murah hanya Rp. 13.000,-

Terminal

Terminal

Sampai di terminal Jombang,kita mau oper bis. Tapi apa yang terjadi, setelah menunggu lama ternyata bis yang kita tunggu tak kunjung datang. Ternyata kita salah terminal yang seharusnya kita ke terminal lama. Kita naek becak yang sempit sambil membawa barang barang itu….seru!

Didalem becak

Didalem becak

Akhirnya kita dapet bis yang kita maksud Bis nya ber AC dengan harga Rp. 44.000 jurusan Jombang – Solo. Dan kita juga dapet jatah makan siang di Rumah Makan Duta di kawasan Ngawi. Sampai Oper ke bis yang ke dua, kita dapet bis yang juga AC jurusan Solo- Semarang  dengan harga Rp. 20.000,- akhirnya sampai di Semarang turun di Stasiun Tawang dan naek taksi Rp.20.000,- sampai rumah jam 19.00 capek….tapi menyenangkan

Tunggu ya

Tunggu ya

tiket dan nota

tiket dan nota

Komentar»

1. hanee toto - J, Februari , 2012

hallo mbak salam kenal. . . baca kisah pjlnannya bgs tuh. sprtinya baru prtama k malang ya? kbetulan bca tulisan mbk pas aq lg cari tmpt wisata d malang. jd nambah inspirasi bwt nulis pengalaman traveling juga nih. salam kenal. hanee dri surabaya 😉

mirya18061985 - J, Februari , 2012

salam kenaljuga. E betul juga baru pertama kali ke malang. Tapi itu beberapa tahun yang lalu. Kalo sekarang semakin banyak obyek wisata yang isa dikunjungi. Bagus bagus kok. Ga kalah sama yang di ibukota.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: